Demo Blog

Pentingnya Sebuah Niat

by Shy Pool on Nov.22, 2009, under


Seorang penebang pohon yang alim, suatu hari mendengar bahwa ada suku yang masih menyembah pohon sebagai tuhannya. Sebagai muslim yang ta'at dia berencana untuk menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dengan cara menebang semua pohon yang disembah suku tersebut. Maka berangkatlah dia menuju tempat penyembahan itu.
Sesampainya di tengah jalan, setan yang menyerupai manusia menghadangnya dan bertanya: "Mau kemana kamu?" Orang itu menjawab: "Aku akan menebang pohon-pohon disana." Setan itu berkata lagi: "Jangan, jangan lakukan itu!" "Siapa kamu berani-beraninya mengatur aku? Aku melakukan ini semata-mata karena Allah Tuhan yang Maha Esa," bentak orang itu. Setan menjawab: "Aku adalah setan. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu." Orang itu berteriak: "Kamu! Kamu tidak bisa menghentikanku." Orang itu lalu mendorongnya hingga setan tersungkur ke tanah. Dipegangnya dada setan itu sambil meletakkan kapak di lehernya, dan bersiap-siap untuk membunuhnya.
Mengetahui dirinya berada di pihak yang lemah, setan mulai mengeluarkan kata-kata provokasinya: "Apakah kamu tahu akibat dari perbuatanmu? Masyarakat suku tersebut tidak akan membiarkanmu menebang pohon itu. Bahkan bisa jadi mereka yang akan membunuhmu. Lalu keluargamu akan terlantar. Rasionallah! Aku tahu kamu hanya sanggup menebang 5 batang pohon sehari. Kamu adalah orang yang taat, kamu memiliki keluarga yang harmonis, dan kamu juga suka membantu orang lain. Kamu tidak perlu melakukan perbuatan bodoh ini, sebagai gantinya aku akan meletakkan 2 keping emas dibawah kasurmu setiap pagi. Kamu bisa menggunakannya untuk keperluan keluargamu dan sisanya bisa kamu gunakan untuk membantu orang miskin disekitarmu, daripada kamu terbunuh."
Orang itu menjawab: "Aku tidak percaya kamu. Kamu penipu dan pembohong. Kamu hanya ingin menyelamatkan nyawamu sendiri." Setan itu menjawab: "Tidak, aku tidak akan menipumu. Cobalah, kalau kamu tidak menemukan 2 keping emas dibawah kasurmu maka kamu boleh menebang pohon-pohon itu. Dan aku berjanji tidak akan menghalangimu."
Akhirnya orang itu setuju. Esok paginya dia benar-benar menemukan 2 keping emas di bawah tempat tidurnya. Dia membeli makanan dan pakaian untuk keluarganya, dan sisanya dibagikan kepada orang-orang miskin disekitarnya. Keesokan harinya, dia tidak menemukan apa-apa lagi dibawh tempat tidurnya.
Dengan amarah yang meluap-luap, dia mengambil kapak dan bersiap-siap untuk menebang pohon-pohon itu. Di tengah jalan dia bertemu lagi dengan setan itu. "Kamu penipu. Kamu pembohong! Aku akan pergi menebang pohon-pohon itu." Kata penebang pohon itu.
Setan itu membanting orang tersebut hingga dia jatuh terkapar. Setan itu bertanya: "Sekarang kamu pilih, apakah kamu ingin aku membunuhmu sekarang atau kamu mau berjanji untuk tidak menyentuh pohon-pohon itu?"
"Ooo, jangan. Jangan bunuh aku. Baiklah, aku berjanji tidak akan menyentuh pohon-pohon itu. Tapi ijinkan aku bertanya satu hal". Jawab orang itu. "Baiklah. Apa itu?" Jawab setan. "Dua hari yang lalu, aku dengan mudah bisa mengalahkanmu. Tapi sekarang, sepertinya aku tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk melawanmu. Kenapa?"
"Baiklah, karena kau telah berjanji tidak merusak pohon itu. Dengar baik-baik! Pada hari itu, kamu ingin menebang pohon itu karena Allah semata. Tapi sekarang kamu ingin menebang pohon itu dan melawanku hanya karena dua keping emas."
Syeikh Muzaffir dalam "Nyanyi Sunyi Seorang Sufi"
-----------------------------------------------------------------------------------
Ingat sabda Rosul: "Semua amal itu tergantung niat"

1 comments more...

1 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar..

Syukron Katsiiron..
:)

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Followers

Subscribe: