Demo Blog

Indahnya Alam Semesta

by Shy Pool on Nov.22, 2009, under , , , , , ,

Seorang anak buta, bertanya pada sang Ibu.

“Ibu, seperti apakah indahnya dunia ini..?”

Ia bisa merasakan, ibunya memandangnya dengan penuh kasih. Kemudian satu hangat, menjalari tubuhnya, ketika sang Ibu memeluknya dengan erat. Lalu, suara lembut sang Ibu mulai menjelaskan keindahan alam semesta yang menakjubkan.

Ananda..
Aku ungkapkan alam semesta, dengan menutup mata

Satu benda bernama matahari, ananda
Sinarnya putih menembus jendela rumah kita, yang terbuka seperti hatimu
Dia membagi kesenangan bagi semua kehidupan yang membutuhkan
Kau tak perlu melihatnya, ananda
Ia ada di dalam dirimu
Matahari itu, adalah semangatmu yang tiada pudar
Dan selalu terbit bagikan senang dan harapan

Satu benda bernama bulan, ananda
Cahayanya perak menabur hangat untuk setiap tatapan mata
Ia menyampaikan pendar sang matahari kepada satu ruangan bernama malam yang gelap gulita
Kau tak perlu melihatnya, ananda
Kehangatan sang bulan, selalu kau rasakan di sini
Dalam keluarga, bersama Ibu, Ayah serta kakak dan adikmu
Kami akan temanimu

Satu benda bernama bunga, ananda
Jika mereka sebutkan tentang merahnya
Ia adalah keberanian yang kau genggam
Jika mereka namakan biru
Ia adalah ketenangan yang kau simpan
Jika mereka ungkapkan hitam
Ia adalah kepastian
Jika mereka terus gambarkan dengan lisannya tentang warna-warna lain yang tak kau lihat
Ketahuilah ananda, kau tak perlu melihatnya
Bunga-bunga itu ada dalam dirimu
Ia laksana ilmu yang kau baca dari bintik-bintik Braile
Ia berkembang dipikirmu dan menghiasi sudut pandangmu

Satu benda bernama air, ananda
Yang tak henti mengalir dan menjelajah
Satu kali ia naik ke langit dan di lain waktu, ia turun kembali ke bumi
Sesekali ia tenang dan di kali yang lain, ia menderas
Kau tak perlu melihatnya ananda
Karena ia adalah darah yang ada di dalam tubuhmu
Yang mengalir tenang ketika kau berlega hati atas ujian
Dan seketika menderas hebat di kala adrenalin memacunya
Untuk segala tantangan yang coba kau lakukan

Satu benda bernama langit, ananda
Tempat gelap namun berbintang
Seperti yang selalu kau lihat, ananda
Namun, gelap itu kau hapus dengan senyum optimis
Do’a kesabaran serta secercah kerelaan dalam sumringahmu
Langit itu menjulang tinggi
Setinggi apapun kau citakan dirimu
Setinggi apapun kau citrakan dirimu
Dan setinggi apapun kau ingin dirimu dicintai
Bisa, ananda
Dan kau tak perlu melihatnya
Langit itu, ada di dalam dirimu
Ia kadang jingga, ketika kau hadirkan kesenangan bagi sesama
Ia kadang biru, ketika kau bagikan berita gembira kepada mereka
Ia bisa saja abu-abu atau hitam, ketika amarah dan keluhan kau lahirkan pada gerak dan ucapmu
Kau bisa jadi langit, ananda
Namun, jadilah.. langit yang terindah

Ananda..
Aku selalu punya waktu untuk menceritakan keindahan semesta ini padamu
Namun, kau tak perlu melihatnya, ananda. Karena ia ada dalam dirimu. Pun Allaah ciptakan semesta ini sebagai pelajaran, bagi kita semua. Setiap mata yang terbuka, memang bisa melihat semuanya. Namun, hati-lah yang akan menyerap maknanya. Pandanglah dengan hati ananda. Sehingga gelapmu itu, tersapu oleh keistimewaan hati dan jiwamu.

Sang Ibu membuka matanya, kemudian memandang anaknya yang sedang memandang ke depan dengan tatapan gelapnya. Namun, di wajahnya tersungging satu senyum. Anaknya berkata, ”Subhaanallaah.. indahnya semesta itu, Ibu. Terimakasih sudah menceritakannya dengan begitu luar biasa.”

Keduanya pun saling memeluk

taken from ( http://putrigobel.com/ )
1 comments more...

1 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar..

Syukron Katsiiron..
:)

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Followers

Subscribe: